Lombok Tengah – Cuaca buruk yang
melanda sebagian wilayah Kabupaten Lombok Tengah, menyebabkan tiga jembatan
penghubung antar di desa Tanak Rarang Kecamatan Praya Barat putus.
Jembatan penghubung dua desa
yakni Bonder dan Tanak Rarang tersebut terputus akibat tidak mampu menahan
luapan air Sungai yang membawa material kayu dan bambu, akibat hujan deras yang
terjadi sejak selasam malam.
“Sejak kemarin, hujan turun terus
sampai tadi pagi sehingga air sungai meluap dan masuk ke pemukiman warga,” ujar
Kepala Desa Tanak Rarang, H. Deboh.
Ia menjelaskan, putusnya jembatan
ini berdampak langsung pada aktivitas dan mobilitas warga, termasuk akses
anak-anak menuju sekolah.
Disisi lain, luapan air sungai
juga merendam puluhan rumah warga sekitar. Tercatat sebanyak 16 kepala keluarga
terdampak yang tersebar di dua dusun, yakni Dusun Tanak Rarang Barat dan Dusun
Tanak Rarang Timur.
"Kami sangat berharap ada
perhatian dari pemerintah untuk segera mengatasi permasalahan yang kami hadapi.
Bantuan dalam bentuk apa pun akan kami terima. Yang paling mendesak saat ini
adalah perbaikan jembatan karena menjadi akses utama anak-anak sekolah ke
seberang," jelasnya.
Putusnya jembatan penghubung
tersebut, mengakibatkan warga yang akan beraktivitas terpaksa harus memutar jauh
belasan kilometer, baik warga Desa Bonder menuju Tanak Rarang maupun sebaliknya.
Sementara itu, warga yang tinggal
di sekitar bantaran sungai dan dekat jembatan memilih bertahan di rumah
masing-masing meskipun telah diimbau untuk mengungsi.
"Kami bersama perangkat desa
sudah mengimbau warga untuk sementara pindah ke tempat yang lebih aman. Namun
masih ada yang belum mau, dan kami tidak berani memaksa. Yang terpenting, warga
sudah kami ingatkan karena potensi luapan air masih besar mengingat kondisi
cuaca belum membaik," cetusnya.

0Komentar