Lombok Tengah – Penyelenggara MotoGP Mandalika memastikan aspek transportasi menjadi salah satu perhatian utama dalam menghadapi penyelenggaraan MotoGP tahun ini. Sejumlah kolaborasi dilakukan bersama Dinas Perhubungan Pemerintah Provinsi, Perum DAMRI, serta melibatkan transportasi lokal dan Organda.
Chairman Pertamina MotoGP Mandalika. Troy Warokka, menyampaikan
bahwa layanan shuttle bus akan disiapkan untuk mendukung mobilitas penonton,
baik di dalam maupun di luar kawasan sirkuit. Selain itu, layanan transportasi
juga disiapkan untuk kebutuhan aksesibilitas penonton serta konektivitas dari
wilayah Gili.
Layanan shuttle dari Gili disebut akan tersedia hingga
malam hari. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan mobilitas
penonton tetap terakomodasi, termasuk bagi mereka yang masih berada di kawasan
kegiatan hingga waktu yang ditentukan.
“Kita ingin memastikan isu-isu mengenai konektivitas,
mengenai transportasi dan segala macamnya itu kita cover, kita support,”
ujarnya.
Troy juga
menyiapkan skema pengangkutan akhir atau last mile bagi penonton yang
masih tersisa setelah kegiatan berakhir. Dengan demikian, penonton yang belum
mendapatkan angkutan diharapkan tetap dapat terlayani.
Meski demikian, panitia mengingatkan penonton agar
memahami jadwal dan waktu operasional transportasi yang telah ditentukan.
“Pengaturan tersebut diperlukan agar seluruh layanan
dapat berjalan secara tertib dan efektif,” jelasnya.
Kesiapan transportasi ini dinilai semakin penting seiring
adanya potensi peningkatan jumlah penonton dibandingkan penyelenggaraan dua
tahun sebelumnya. Kehadiran pembalap Indonesia, termasuk Fadillah Arbi Aditama
dan Mario Suryo Aji, serta rangkaian penampilan artis dalam gelaran MotoGP
tahun ini disebut menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan antusiasme
penonton.
Selain memastikan akses menuju dan meninggalkan sirkuit,
panitia juga menekankan pentingnya keterlibatan transportasi lokal.
“Kolaborasi dengan DAMRI dilakukan sebagai bagian dari sinergi
BUMN, sekaligus untuk memastikan berbagai pemangku kepentingan dapat terlibat
dalam penyelenggaraan ajang internasional tersebut,” tambahnya.
Panitia sebelumnya juga berkoordinasi dengan Pemerintah
Provinsi melalui Dinas Perhubungan serta jajaran direksi DAMRI untuk
mematangkan skema transportasi.
Dalam pembahasannya, panitia menegaskan bahwa
keterlibatan Organda dan pelaku transportasi lokal menjadi salah satu catatan
penting. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menciptakan sistem transportasi
yang tidak hanya melibatkan penyelenggara dan BUMN, tetapi juga memberikan
ruang bagi pelaku transportasi daerah.
“Selama mekanismenya betul dan bisa melibatkan Organda,
melibatkan transportasi lokal, maka itu harusnya bisa berjalan dengan baik,”
katanya.
Menurut Troy keberhasilan penyelenggaraan MotoGP tidak
hanya bergantung pada satu pihak. Selain penyelenggara, berbagai unsur seperti
pemerintah daerah, TNI-Polri, Basarnas, sektor transportasi, serta elemen
masyarakat lainnya turut memiliki peran dalam memastikan gelaran MotoGP
berjalan lancar.
“Dengan pengalaman penyelenggaraan sebelumnya sebagai bahan evaluasi, panitia berharap sistem transportasi tahun ini dapat memberikan pelayanan yang lebih baik sekaligus memastikan konektivitas penonton selama berada di kawasan Mandalika dan sekitarnya,” tutupnya. (Man)

0Komentar