GfMpTUM7BUr7TSz9TUYoBSOoGA==
Breaking
NEWS

Target 145 Ribu Penonton, ITDC dan Polda NTB Matangkan Pengamanan MotoGP 2026

Ukuran huruf
Print 0


Mataram – Menjelang perhelatan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) Bersama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) memperkuat koordinasi dengan Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat.

Hal ini guna memastikan gelaran balap motor dunia tersebut berlangsung aman, tertib karena ditargetkan akan 145.000 penonton, sehingga perlu memperkuat sinergi dengan pihak kepolisian.

Penguatan sinergi diwujudkan melalui audiensi yang dipimpin Direktur Operasi ITDC sekaligus Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia, Troy Warokka, dan diterima langsung oleh Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja beserta jajaran di Mapolda NTB, Rabu (5/8).

Pertemuan ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang akan berlangsung 9–11 Oktober 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, The Mandalika.

Di dalam audiensi, ITDC memaparkan berbagai aspek kesiapan penyelenggaraan, mulai dari pengelolaan kawasan, pengaturan akses dan mobilitas pengunjung, kesiapan operasional lintas fungsi, hingga berbagai aktivasi kawasan yang akan memperkaya pengalaman pengunjung selama penyelenggaraan event.

Penguatan koordinasi dilakukan seiring semakin besarnya skala penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia dari tahun ke tahun. Pada penyelenggaraan tahun sebelumnya, ajang ini berhasil menghadirkan 140.324 penonton, meningkat 15,7 persen dibanding tahun sebelumnya, serta menghasilkan estimasi multiplier effect ekonomi nasional sebesar Rp4,96 triliun.

Tidak hanya itu, penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia juga memberi kontribusi nyata terhadap penguatan ekonomi daerah. Hingga tahun 2025, event ini telah mendorong investasi baru senilai Rp713 miliar di Kawasan The Mandalika. 

Ajang MotoGP 2025 bahkan menyerap lebih dari 3.000 tenaga kerja lokal NTB, dengan sekitar 67 persennya berasal dari Kabupaten Lombok Tengah, serta melibatkan 202 UMKM kuliner dan kerajinan dan lebih dari 600 UMKM yang beraktivitas di sekitar kawasan sirkuit maupun Kuta Mandalika.

Dampak positif juga terlihat pada sektor pariwisata. Selama penyelenggaraan sebelumnya, tingkat hunian hotel mencapai 100 persen di kawasan The Mandalika dan rata-rata 90 persen di Kota Mataram, disertai penambahan 44 penerbangan ekstra menuju Nusa Tenggara Barat untuk mengakomodasi tingginya mobilitas wisatawan.

Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, menegaskan, Polda NTB berkomitmen mendukung penuh penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 melalui pola pengamanan yang profesional, terpadu, dan adaptif berdasarkan pengalaman penyelenggaraan sebelumnya.

"Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 merupakan agenda internasional yang memiliki dampak strategis bagi pariwisata, perekonomian, dan citra Nusa Tenggara Barat. Evaluasi dari penyelenggaraan sebelumnya menjadi bekal penting bagi kami untuk terus menyempurnakan pola pengamanan sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung lebih aman, tertib, lancar, serta memberikan rasa aman bagi masyarakat, wisatawan, pembalap, tim, maupun seluruh pihak yang terlibat," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Operasi ITDC sekaligus Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia, Troy Warokka, mengapresiasi komitmen Polda NTB yang selalu menjadi mitra strategis dalam setiap penyelenggaraan event internasional di The Mandalika.

"Pertamina Grand Prix of Indonesia bukan sekadar ajang olahraga internasional, tetapi telah menjadi motor penggerak pariwisata dan ekonomi daerah maupun nasional. Karena itu, keberhasilannya tidak hanya ditentukan oleh kesiapan sirkuit, tetapi juga oleh sinergi seluruh pemangku kepentingan, termasuk dukungan Polda NTB dalam memastikan keamanan dan kenyamanan seluruh pengunjung," ucapnya.

Troy menambahkan, seluruh evaluasi dari penyelenggaraan sebelumnya menjadi landasan penting untuk menghadirkan penyelenggaraan yang semakin berkualitas.

"Kami menargetkan tidak hanya peningkatan jumlah penonton, tetapi juga peningkatan kualitas pengalaman pengunjung. Seluruh aspek operasional terus kami sempurnakan, mulai dari pengelolaan kawasan, mobilitas pengunjung, hingga koordinasi lintas instansi, sehingga Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 dapat terselenggara dengan standar terbaik sekaligus memberikan dampak ekonomi yang semakin besar bagi masyarakat dan memperkuat posisi The Mandalika sebagai destinasi sport tourism kelas dunia," jelasnya.

Sebagai ajang sport tourism internasional, Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 akan menghadirkan berbagai aktivasi kawasan yang dirancang untuk memperkaya pengalaman pengunjung. Selain balapan utama, masyarakat akan dapat menikmati Hero Walk, Opening Ceremony, Festival Pertamina Grand Prix of Indonesia, Mandalika Street Food Festival, Riders Goes to School, serta berbagai program yang melibatkan masyarakat, komunitas, dan pelaku UMKM lokal sebagai bagian dari upaya memperluas manfaat ekonomi dan memperkuat promosi destinasi.

“Melalui penguatan sinergi antara ITDC, MGPA, dan Polda NTB sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan, Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 diharapkan dapat terselenggara secara aman, tertib, lancar, serta memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh peserta dan pengunjung. Lebih dari itu, ajang ini diharapkan semakin memperkuat kontribusinya terhadap sektor pariwisata, penciptaan lapangan kerja, pengembangan UMKM, peningkatan investasi, serta pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional,” tutupnya. (*)

Target 145 Ribu Penonton, ITDC dan Polda NTB Matangkan Pengamanan MotoGP 2026
Periksa Juga
Next Post

0Komentar

Tautan berhasil disalin