![]() |
| Ratusan Marshal beserta warga melakukan pawai di Sirkuit Mandalika |
Direktur Utama InJourney Tourism
Development Corporation, Ahmad Fajar mengatakan pemilihan sirkuit sebagai
lokasi perayaan menjadi bagian dari pesan bahwa kawasan Pertamina Mandalika
International Circuit terbuka bagi masyarakat umum dan tidak bersifat
eksklusif.
“Kenapa kita selenggarakan di
sirkuit? Kita mau menunjukkan bahwa Sirkuit Pertamina itu terbuka untuk
masyarakat umum. Siapa pun, tidak ada eksklusivitas,” ujarnya.
Ia menegaskan, masyarakat dapat
memanfaatkan dan mengunjungi kawasan sirkuit dengan tetap mengikuti tata cara
dan ketentuan yang berlaku.
Fajar menjelaskan, peringatan HUT
ke-81 RI tersebut juga berlangsung meriah dengan melibatkan berbagai elemen
masyarakat. Sejumlah penampilan turut memeriahkan kegiatan, mulai dari kesenian
daerah, drum band, pelajar sekolah, hingga penampilan olahraga rollerblade.
“Kegiatan ini juga kita isi
dengan moment of silence sebagai bentuk empati dan penghormatan
kepada masyarakat yang terdampak musibah di Nusa Tenggara Timur,” jelasnya.
ITDC bersama InJourney Group juga
menyatakan telah melakukan koordinasi untuk memberikan bantuan kepada
masyarakat yang terdampak bencana. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk
kepedulian terhadap masyarakat di sekitar kawasan operasional perusahaan.
“Karena masyarakat terdampak di
sekitar tempat kami. Kami punya Golomori Convention Center dan alhamdulillah
aman. Hanya masyarakat yang terdampak yang segera kita bantu,” katanya.
Dalam peringatan tersebut,
kolaborasi lintas sektor juga terlihat dengan keterlibatan TNI, Polri, hingga
unsur Angkatan Udara. Kehadiran berbagai pihak menjadi simbol semangat gotong
royong dalam memperingati kemerdekaan.
“Kita menghadirkan konfigurasi
angka 81 sebagai bagian dari rangkaian kegiatan. Hal itu sekaligus
menggambarkan semangat kebersamaan antara pemerintah, aparat, masyarakat, dan
berbagai pemangku kepentingan,” tambahnya.
Lebih jauh, Fajar menegaskan, peringatan HUT ke-81 RI di Sirkuit Mandalika
juga menjadi momentum untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus mendorong
lahirnya generasi baru yang mampu mengharumkan nama Indonesia melalui olahraga.
Mengusung semangat “The Rise
of Indonesian Heroes”, ITDC berharap keberadaan Sirkuit Mandalika dapat
melahirkan dan mendukung talenta-talenta olahraga otomotif Indonesia untuk
tampil di level dunia.
Sejumlah pembalap muda Indonesia
yang kini berkiprah di ajang balap dunia turut menjadi sorotan, di
antaranya Mario Aji di kelas Moto2 dan Vega Eda Pratama di
Moto3.
“Kita ingin ada pahlawan-pahlawan
baru yang diciptakan dari adanya Sirkuit Mandalika ini, yaitu The Rise
of Indonesian Heroes,” tegasnya.
Ia berharap para pembalap
Indonesia mampu memberikan prestasi terbaik saat tampil pada Pertamina Grand
Prix of Indonesia 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di
Pertamina Mandalika International Circuit.
“Kita doakan tanggal 9 sampai 11 nanti mereka bisa memenangkan, minimal masuk lima besar,” pungkasnya. (Man)

0Komentar