Lombok Tengah - Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, langsung turun ke lokasi kebakaran besar yang melanda Kampung Desa Adat Sade, Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Sabtu malam (22/8/2026).
Baru saja tiba dari Nusa Tenggara
Timur setelah empat hari mendampingi misi kemanusiaan bagi korban gempa M7,7,
Gubernur Iqbal segera menuju Sade saat api masih berkobar.
Di lokasi kejadian, Gubernur
Iqbal berada di tengah petugas pemadam kebakaran, aparat TNI-Polri, dan warga
yang masih berjibaku menghadapi kobaran api. Di tengah suasana kepanikan dan
duka, ia menegaskan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas
pertama dalam penanganan musibah tersebut.
“Yang paling penting saat ini
adalah bagaimana seluruh masyarakat dan warga dalam keadaan selamat,” ujar
Gubernur Iqbal di lokasi kebakaran.
Kebakaran yang melanda kawasan
permukiman adat Sade diduga dipicu oleh korsleting listrik. Api pertama kali
muncul dari salah satu bangunan, sebelum kemudian dengan cepat menjalar ke
rumah-rumah di sekitarnya. Struktur bangunan yang didominasi material kayu,
bambu, dan atap ilalang membuat kobaran api mudah meluas.
Petugas Damkar dan Penyelamatan
Lombok Tengah bersama unsur TNI, Polri, warga, serta bantuan armada dari
Pemerintah Provinsi NTB, Kota Mataram, Lombok Barat, dan Lombok Timur
dikerahkan untuk mengendalikan api. Hingga tengah malam, proses pemadaman dan pendinginan
masih terus berlangsung.
Di tengah upaya pemadaman,
pemerintah segera menyiapkan langkah darurat bagi warga yang kehilangan tempat
tinggal. Pemerintah Desa Rambitan telah menyiapkan sementara bangunan Koperasi
Desa Merah Putih (KDMP) sebagai lokasi pengungsian bagi masyarakat terdampak.
Gubernur Iqbal menegaskan,
penanganan warga tidak boleh berhenti pada penyediaan tempat pengungsian.
Pemerintah harus segera memastikan seluruh kebutuhan dasar masyarakat
terpenuhi, termasuk sandang, pangan, serta rasa aman bagi keluarga yang
rumahnya terdampak kebakaran.
“Yang pertama sekarang dan harus
cepat adalah bagaimana kebutuhan dan rasa aman masyarakat yang rumahnya
terbakar kita perhatikan. Kebutuhan sandang, pangan, dan aktivitas sosial
ekonomi mereka harus kita pastikan,” katanya.
Perhatian pemerintah juga
diarahkan kepada anak-anak dan keluarga yang terdampak agar kehidupan mereka
tidak semakin terganggu akibat musibah tersebut. Gubernur menekankan pentingnya
menjaga keberlangsungan pendidikan anak-anak Sade di tengah proses penanganan
dan pemulihan pascakebakaran.
“Anak-anak kita pastikan
pendidikannya tidak terganggu,” tegasnya.
Untuk langkah selanjutnya,
Gubernur Iqbal mengatakan akan segera berkoordinasi dengan Bupati Lombok Tengah
dan seluruh pihak terkait untuk menyusun langkah penanganan yang cepat dan
tepat, termasuk rencana pemulihan serta rekonstruksi kawasan Desa Adat Sade.
“Saya akan segera berkomunikasi
dengan Bupati Lombok Tengah untuk mengambil langkah cepat dan tepat. Nanti kita
pikirkan bagaimana merekonstruksi kembali Desa Adat Sade,” ujarnya.
Desa Adat Sade bukan sekadar
kawasan permukiman. Kampung adat ini merupakan salah satu ruang hidup
masyarakat Sasak yang selama puluhan generasi mempertahankan tradisi, bentuk
hunian, dan tata kehidupan leluhurnya. Karena itu, kebakaran yang melanda Sade
tidak hanya menjadi kehilangan bagi warga yang rumahnya terdampak, tetapi juga
duka bagi Nusa Tenggara Barat.
Di tengah kobaran api dan
kepanikan malam itu, kehadiran Gubernur Iqbal membawa pesan bahwa penanganan
musibah tidak dapat ditunda. Setelah warga berada dalam kondisi aman dan
kebutuhan darurat terpenuhi, pemerintah akan bersama-sama membangun kembali kehidupan
masyarakat.
Bagi Pemerintah Provinsi NTB,
Sade tidak boleh menghadapi malam musibah ini sendirian. Keselamatan warga,
pemulihan kehidupan, dan upaya menghidupkan kembali kampung adat yang menjadi
bagian dari identitas budaya Sasak akan menjadi langkah bersama untuk bangkit
dari abu kebakaran. (Red)

0Komentar