Lombok Tengah – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat terus menunjukkan geliat pertumbuhan sebagai destinasi pariwisata dan investasi unggulan nasional. Nilai investasi yang masuk ke kawasan ini kini telah menembus lebih dari Rp 6 triliun.
InJourney Tourism Development
Corporation mengatakan tingginya minat investor menjadi sinyal positif terhadap
perkembangan Mandalika sebagai pusat ekonomi baru berbasis pariwisata.
“Nilai investasi secara kumulatif
di KEK Mandalika mencapai lebih dari Rp6 triliun,” Kata Direktur Operasi ITDC,
Troy Reza Waroka kepada media di Mandalika, (22/5).
Troy menyebut, masuknya investasi
tersebut tidak hanya mendorong pembangunan infrastruktur dan bisnis pariwisata,
tetapi juga membuka lapangan kerja dalam jumlah besar bagi masyarakat.
“Hingga pertengahan 2026, sekitar
26 ribu tenaga kerja disebut telah terserap di berbagai sektor usaha di kawasan
Mandalika,” jelasnya.
Saat ini, puluhan pelaku usaha
telah beroperasi di kawasan tersebut. Aktivitas bisnis yang berkembang mencakup
sektor perhotelan, utilitas, pengembangan kawasan, layanan pariwisata, hingga
ekosistem motorsport yang terhubung dengan keberadaan Sirkuit Mandalika.
“Tak hanya investor dalam negeri,
sejumlah investor asing juga mulai menanamkan modal di kawasan ini. Mereka
berasal dari berbagai negara seperti Jepang, Spanyol, Amerika Serikat, Maroko,
dan Singapura,” tambahnya.
Di sisi lain, peningkatan
investasi turut berdampak pada sektor pariwisata. Jumlah kunjungan wisatawan ke
Mandalika sepanjang Januari hingga April 2026 tercatat mencapai lebih dari 285
ribu orang. Tingkat hunian hotel juga mengalami kenaikan dibanding periode
sebelumnya.
“ITDC optimistis tren pertumbuhan tersebut akan terus berlanjut, terutama jika didukung penguatan konektivitas penerbangan internasional dan dukungan pemerintah daerah dalam pengembangan kawasan wisata berkelas dunia tersebut,” tutupnya. (Man)

0Komentar