GfMpTUM7BUr7TSz9TUYoBSOoGA==
Breaking
NEWS

Dugaan Jual Beli Koordinat Oleh Oknum SPPI, Pemilik Dapur MBG Dirugikan

Ukuran huruf
Print 0

Ilustrasi

Lombok Tengah – Program unggulan Nasional Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Lombok Tengah menuai polemik.  Dugaan “penjualan” titik koordinat mencuat setelah adanya dugaan pemindahan lokasi secara sepihak, oleh yayasan bersama oknum SPPI yang bertugas sebagai tim survei.

Berdasarkan penelusuran, terdapat satu titik Pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Nasrullah di kelurahan Semayan Kecamatan Praya dibawah naungan Yayaysan Ponpes Nurul Islam Ganti.

Pada awalnya titik SPPG miliknya sudah masuk dalam alur pengajuan ke Badan Gizi Nasional. Dan Lokasi tersebut juga telah memiliki alamat jelas lengkap dengan titik kordinatnya, sehingga pihaknya merampungkan seluruh sarana dan prasaran hingga 100 persen.

Namun di Tengah proses perjalanan, titik kordinat dapur miliknya justru menghilang dan berpindah ke wilayah Leneng Kecamatan Praya dengan nama Yayasan lain.

“Awalnya saya tidak tau, setelah dapur jadi saya tanya progress ke Yayasan namun Yayasan bilang tidak ada di portal, tidak tau siapa yang mengambil titik dapur ini. Kemudian saya minta tolong di salah satu SPPI untuk mengecek. Dan setelah di pantau ternyata titik dapur say aitu pindah ke Leneng,” katanya.

Perubahan lokasi itu dinilai menimbulkan kejanggalan, karena seluruh data administrasi awal, termasuk koordinat, dokumentasi, dan kelengkapan sarana prasarana, masih merujuk pada lokasi dapur miliknya.

“Dapur Leneng ini hanya dia mengganti Yayasannya saja dari Yayasan Nurul Islam Ganti berganti jadi Yayasan Pebagus, namun Alamat dan titik koordinatnya tetap Adalah dapur saya yang di Semayan ini,” jelasnya.

Dirinya sempat berinisiatif untuk melakukan komunikasi dengan pemilik dapur di Leneng, serta Yayasan yang menaunginya, namun tidak ada titik temu.

“Saya coba telpon pihak dapur namun dia bilang tidak tau apa-apa, coba tanya ke Yayasan. Nah saya coba telpn nomer Yayasan namun tidak di respon, kemudian say acari ke dapur namun mereka tidak mau ketemu,” sesalnya.

Yang menjadi sorotan, proses survei dan pengakhiran tahap persiapan di dapur Leneng diduga dilakukan oleh oknum SPPI yang ditunjuk sebagai tim survey dan dinilai tidak sesuai dengan alur serta data awal yang sudah terdaftar di Badan Gizi Nasional.

“Hal inilah yang membuat dapur saya belum bisa beroperasi sampai saat ini. Padahal semua sarana dan prasarana sudah rampung kita kerjakan,” keluhnya.

Pihaknya merasa sangat dirugikan karena tindakan tersebut sebagai bentuk pemutarbalikan fakta yang merugikan pihak dapur lain yang sebelumnya telah direkomendasikan dan mengeluarkan biaya pembangunan sesuai prosedur.

“Dapur saya sudah mengikuti prosedur, membangun sesuai rekomendasi, tetapi justru tersingkir setelah survei dialihkan,” cetusnya.

Dirinya meminta pihak terkait, termasuk Badan Gizi Nasional dan instansi pengawas, segera melakukan audit dan investigasi menyeluruh terhadap proses penetapan titik dapur tersebut. Jika terbukti terjadi pelanggaran, oknum yang terlibat diminta untuk ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku. (Red)

Dugaan Jual Beli Koordinat Oleh Oknum SPPI, Pemilik Dapur MBG Dirugikan
Periksa Juga
Next Post

0Komentar

Tautan berhasil disalin