Lombok Tengah - Babinsa jajaran
Kodim 1620/Lombok Tengah melakukan pengawalan terhadap proses penyerapan gabah
hasil panen petani yang dibeli langsung oleh Bulog.
Langkah ini diambil guna
memastikan stabilitas stok pangan dan kelancaran distribusi serapan gabah milik
petani oleh Bulog selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah hingga ke gudang
penyimpanan Bulog.
Dandim 1620/Lombok Tengah Letkol
Arm Karimmuddin Rangkuti, mengatakan bahwa keterlibatan Babinsa dalam memantau
hasil panen merupakan wujud nyata dukungan TNI terhadap program ketahanan
pangan nasional.
"Tidak hanya sekadar
memantau, Babinsa terjun langsung ke sawah dan tempat penggilingan padi untuk
memastikan gabah petani ini terserap dengan harga yang sesuai dan tepat sasaran
dan terserap dengan baik,” katanya.
Selain itu, kegiatan ini
difokuskan pada pendampingan petani mulai dari proses pemanenan hingga
distribusi ke gudang-gudang penampungan. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir
praktik spekulasi harga yang sering kali muncul di tengah tingginya permintaan kebutuhan
pokok selama Ramadhan dan menjelang Idul Fitri.
"Kami ingin memastikan bahwa
jerih payah petani terbayar dengan harga yang layak, sekaligus menjamin bahwa
pasokan beras di wilayah Lombok Tengah tetap aman untuk memenuhi kebutuhan
masyarakat selama bulan puasa," jelasnya.
Kolaborasi dengan Instansi
Terkait
Dalam pelaksanaannya, Kodim
1620/Loteng terus bersinergi dengan Dinas Pertanian dan Badan Urusan Logistik
(Bulog) setempat.
Babinsa juga memberikan edukasi
kepada kelompok tani mengenai standar kualitas gabah yang baik agar memenuhi
kualifikasi serapan pasar maupun cadangan pangan pemerintah.
Respon positif datang dari para
petani yang merasa terbantu dengan kehadiran TNI di lapangan, untuk melakukan
pengawalan dan memberikan rasa aman bagi petani dari potensi permainan
tengkulak yang merugikan.
"Dengan pengawasan yang
ketat, diharapkan kedaulatan pangan di tingkat daerah dapat terus terjaga
secara berkelanjutan," tandasnya. (Man)
.jpeg)
0Komentar