Mataram - Gubernur NTB Lalu
Muhamad Iqbal mengungkapkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di
Provinsi NTB telah memberikan dampak ekonomi signifikan, termasuk menyerap
31.509 tenaga kerja lokal dalam kurun waktu sekitar 10 bulan. Hal tersebut
disampaikannya saat Rapat Koordinasi Program MBG bersama Badan Gizi Nasional
(BGN), Forkopimda, dan Satgas Percepatan di Ruang Rapat Hajar Aswad Kantor Bank
NTB Syariah, Mataram, Rabu (4/2).
Dalam paparannya, Gubernur
menjelaskan bahwa hingga saat ini Program MBG di NTB telah menjangkau 1.793.423
penerima manfaat. Program tersebut didukung oleh 670 Sentra Pengolahan Pangan
Bergizi (SPPG) yang aktif serta 2.719 mitra pemasok (supplier).
Menurut Gubernur, capaian
penyerapan tenaga kerja tersebut tergolong luar biasa karena biasanya
membutuhkan waktu dua hingga tiga tahun, namun di NTB dapat dicapai dalam waktu
kurang dari satu tahun.
“Untuk bisa menyerap angka
sebesar ini biasanya butuh waktu 2–3 tahun, tapi itu tercapai dengan waktu
sekitar 10 bulan di NTB. Ini belum termasuk tenaga kerja tidak langsung seperti
petani yang tadinya kesulitan memasarkan hasil produknya, sekarang bisa mendapatkan
harga yang lumayan,” jelasnya.
Ia menegaskan, program yang pada
awalnya sempat diragukan kini justru menjadi tolok ukur dan model pemberdayaan
ekonomi yang efektif. Tantangan ke depan, menurutnya, adalah menjaga stabilitas
pasokan pangan agar peningkatan permintaan tidak memicu inflasi.
“Tantangannya adalah di daerah 3T
karena kami punya 200 lebih pulau berpenghuni. Namun, kami intervensi langsung
dengan memastikan ketersediaan supply demi menghindari terjadinya inflasi
akibat tingginya demand,” ungkapnya.
Menutup arahannya, Gubernur
meminta seluruh unsur Forkopimda serta Satgas Percepatan di tingkat
kabupaten/kota untuk terus menjaga kekompakan dan memperkuat koordinasi dalam
fase percepatan program.
“Kita satu struktur dengan
kabupaten kota, jadi jangan jalan sendiri-sendiri. Kita harus kompak, kumpulkan
masukan, masalah, serta rekomendasi solusinya,” pungkasnya.
Rapat koordinasi tersebut turut
dihadiri Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN Letjen (Purn) Dadang
Hendrayudha, Pelaksana Harian Sekda NTB, Ketua Satgas Percepatan se-Provinsi
NTB, serta jajaran pimpinan perangkat daerah terkait. (Red)

0Komentar