Lombok Tengah – Perumda Air Minum Tirta Ardhia Rinjani resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Angkasa Pura I Cabang Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (Bizam) terkait penyediaan layanan air bersih di kawasan bandara. Selasa (24/2)
Direktur Perumda Tirta Ardhia
Rinjani, Bambang Supratomo, mengatakan kerja sama tersebut merupakan langkah
strategis dalam memperkuat sinergi antara BUMD dan BUMN di Lombok Tengah.
“Secara teknis dan non teknis,
kita harus berani mengambil sikap seperti ini sebagai upaya menjaga
sinergisitas antara BUMN dan BUMD agar terus berjalan,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan Angkasa
Pura di Lombok Tengah diharapkan memberi dampak nyata bagi pembangunan daerah.
Salah satu bentuk sinergi tersebut diwujudkan melalui dukungan layanan air
bersih oleh PDAM, yang juga berpotensi menambah pendapatan perusahaan daerah
dan berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Sebagai BUMD, kami ingin
menunjukkan bahwa PDAM naik kelas. Tidak hanya melayani masyarakat umum, tetapi
juga fasilitas vital seperti bandara. Ini bentuk simbiosis mutualisme yang
berjalan,” jelasnya.
Optimalkan SPAM Mandalika
Bambang menjelaskan, sebelumnya
layanan air bersih ke Angkasa Pura sudah berjalan, namun belum maksimal karena
keterbatasan infrastruktur. Dengan hadirnya SPAM Mandalika, kapasitas pelayanan
kini dinilai lebih siap untuk mendukung kebutuhan bandara.
Melalui sistem tersebut, wilayah
yang sebelumnya dilayani Instalasi Pengolahan Air (IPA) Batujai kini telah
tercover SPAM Mandalika. Dengan demikian, distribusi dari IPA Batujai dapat
dialihkan untuk mengoptimalkan suplai ke kawasan bandara.
“Secara sistem jaringan sudah
kami evaluasi dan telaah. Secara teknis, pelayanan untuk bandara sangat
dimungkinkan berjalan dengan baik,” tambahnya.
Kebutuhan 800 Kubik per Bulan
Dalam ruang lingkup kerja sama,
Perumda Tirta Ardhia Rinjani akan menyuplai kebutuhan air bersih di seluruh
kawasan bandara. Ke depan, Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid akan
sepenuhnya menggunakan air bersih dari PDAM.
Saat ini, kebutuhan air bersih
bandara mencapai sekitar 800 meter kubik per bulan. Angka tersebut berpotensi
meningkat seiring rencana pengembangan bandara.
Selain suplai air, PDAM juga
menyiapkan jaringan distribusi serta tenaga teknis (manpower) untuk memastikan
sistem pelayanan di dalam kawasan bandara berjalan optimal.
Apresiasi untuk Pemda dan
Manajemen Bandara
Pada kesempatan itu, Bambang
menyampaikan apresiasi kepada Bupati Lombok Tengah yang telah memberikan
rekomendasi sehingga kerja sama tersebut dapat terwujud. Ia juga mengapresiasi
General Manager Angkasa Pura Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid atas
komitmen dan komunikasi intensif hingga tercapai kesepakatan.
“MoU ini sudah beberapa kali
dibahas dan akhirnya menemukan titik temu. Kami berharap kerja sama ini
berjalan lancar dan memberi manfaat bagi kedua belah pihak serta daerah,”
pungkasnya. (Red)

0Komentar